]

Ustad Adi Hidayat Membongkar Sejarah Indonesia Yang Coba Disimpang Siurkan

ilustrasi

Tahun 1323 Hijriyah berkumpul kemudian di Tanah Abang dan Krukut sekarang kerukut wilayah Jakarta 4 orang muda ada Sayyid Al Fakhin ada Sayyid Abdurrahman ada Sayyid Muhammad ada Sayyid Sekhan 4 orang. Kumpul di situ merumuskan.  Kita ini kenapa ya sudah 300 tahun kurang lebih, kita tidak bisa mengatasi penjajahan Belanda kalah terus apa yang kurang?  Dirumuskan oleh ulama, oh kita ini berjuang terpecah-pecah tidak bersatu, kita kalah di pendidikan kita kalah kemudian di sini kalau di sini kalau di sini, kalah dalam logistik maka kita harus bersatu, maka berdiri rumuskan oleh mereka dibuatkan oleh mereka 1 perhimpunan ya itu jami'atul Khair, maka diundang kemudian para ulama, diundang, apa yang disepakati, kita harus sepakat bikin pendidikan yang berkualitas, bersatu dalam hal ekonominya, perdagangannya, bersatu dalam hal ilmu politiknya maka disepakati berkumpul kemudian 6 tahun dari situ, tahun 1911, untuk pendidikan diundang seorang Alim besar, alim ulama, namanya Syaikh Ahmad surkati yang berasal dari Sudan, Sur artinya ahli kati artinya kitab, rajin belajar dia, lagi belajar di Ummul Quro kemudian dia Al Azhar, kemudian kemudian diminta di Indonesia ke nusantara Indonesia belum ada, maka datanglah kemudian 6 tahun kemudian tahun 1911, maka berkumpullah pada saat itu, ada ahli sokongan dagangnya, ada ahli ilmu politik nya, ada ahli ilmu pendidikannya, Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Kyai Haji yang dari Yogyakarta yang dari Kauman yang kemudian mendirikan Muhammadiyah tanggal 18 November tahun 1912  datang ke sana kumpul diskusi apa yang disepakati kita harus kompak, maka dibuat pusat pendidikan.

Solo, berkumpullah para pengusaha nya, diinisiasi oleh Kyai Haji Samanhudi, prandelli mendirikan Sarekat Dagang Islam urusan perdagangan semua yang support, urusan bisnis semua yang support, urusan pengetahuan pendidikan dari Jakarta sampai dengan Yogyakarta, urusan kemudian masalah ilmu politik nya Surabaya, namanya, nya Maaf Haji Omar Said Cokroaminoto, selalu disingkat dengan HOS, HOS, bukan HOS haji haji kalau haji itu orang apa, kok orang Surabaya, orang Islam, orang Islam nggak ada negara lain menggunakan gelar Haji, tidak ada, tidak ada agama lain menggunakan Haji pasti Islam, pasti Islam, Islam, Haji Oemar Said Tjokroaminoto perhatikan, 300 tahun tidak terwujud kemerdekaannya belum, cuman dalam Kisaran 30 tahun, hilang 01, 30 tahun, berkumpul mereka semua Link disatukan, Solo menghimpun para pengusaha nya supaya untuk kemerdekaan Indonesia, perhatikan, Jakarta Jogja kasih pendidikan yang bagus, sampai sekarang Jogja dikenal dengan Kota Pendidikan, teman-teman Surabaya support pakai ilmu politiknya orasinya macam-macamnya, di antara murid Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah Insinyur Soekarno, dididik, Apa yang terjadi, tidak tunggu lama, 1911 cuman butuh 34 tahun, tadi 300 tahun gak dapat sekarang 34 tahun, 1911 + 34 =1945 17 Agustus hari Jumat bulan Romadhon, jam 10.00 pagi, diikrarkan kemerdekaan Indonesia.

Ketika diikrarkan tempatnya Maaf teman-teman sekalian di buku sejarah cuman di Tuliskan jalannya, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Masya Allah, Apakah proklamasi dilakukan di jalan, tidak. Ternyata di halaman rumah, nomor 56, nomor itu kan rumah, tempat, kalau jalan tidak pakai nomor, Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, ini jalan, nomor berapa, nomor sekian, berarti tempat tertentu, Jalan Pegangsaan Timur, Jalan Nomor 56, kediaman tertentu, kediaman siapa itu, kediaman orang Islam. Orang Indonesia keturunannya Yaman, namanya Syekh faraj bin Marta mewakafkan rumahnya untuk kepentingan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau seorang pengusaha sukses, dari Solo sampai dengan ke Surabaya, Masya Allah, kemudian tinggal di wilayah Bogor, Insinyur Soekarno dapat kemudian hadiah dari beliau, diwakafkan rumahnya proklamasi di situ, saya sampai sekarang punya salinan ucapan terima kasih Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada keluarga besar Syekh faraj bin Marta, kumpul semua, dengan kemuliaan itulah terjadi kemerdekaan Indonesia, dicantumkan di undang-undang dasar, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, di pembukaan undang-undang.


Jadilah undang-undang pasal 29 ayat 1, Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi sila pertama di Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai beragam ada di situ jadi ada pengakuan di situ negara Indonesia saja bisa sukses, bisa merdeka, lawan penjajah hanya dengan, maaf maaf bambu runcing, merah darah putih kain kafan, jadi bendera kalau bukan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa mustahil ada kemerdekaan.

Makanya teriakan pertama yang menghadirkan yang  kemerdekaan teriakan Allahu Akbar, Allahu Akbar, inti kalimat Allahu Akbar itu bukan kalimat teroris, itu kalimat kemerdekaan Itu kalimat kemerdekaan, itu Kalimat yang menjadikan negara kesatuan Republik Indonesia, kalimat yang diakui di undang-undang, pembukaan disebutkan, jadi dasar negara, jadi Pancasila, itu Allahu Akbar takbir takbir Allahu Akbar, jika kalimat itu yang mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia makanya teman-teman sekalian kalau tidak ada tuntunan Alquran yang diamalkan pada saat itu 1905 mustahil bisa 35 tahun 34 tahun negara Indonesia bisa mendapatkan kesuksesannya untuk merdeka, baca, dan tidak mudah itu luas luar biasa lihat buku yang sama,halaman 19 paling kanan sebelah atas luas, negara kita aja itu daratnya 2000000 km2, lautan nya 3.200.000, kalau dikumpulkan Eropa semua kumpul belum sampai menyamai Indonesia Satukan Prancis Belanda Perancis Spanyol Belgia itu Maaf belum cukup untuk menjadi Indonesia luas, pulau nya 13677 Pulau belum termasuk Pulogadung Pulogadung sebagainya, luas.


Tidak mudah menyatukan itu kalau bukan karena Allahuakbar, bukan karena Quran mustahil itu, nah sekarang pertanyaannya, pertanyaannya, negara kita sudah merdeka dengan prinsip Alquran,dengan prinsip sunnah di bawah bahkan utusannya ke Jogjakarta silakan cek di Museum Yogyakarta, utusan dari Turki datang,menyampaikan dua sifat satu bendera warna hitam dengan bertuliskan lailahailallah sebagai perlambangan Ka'bah Manhaj Quran, kedua bendera warna hijau bertuliskan Muhammad Rasulullah, sebagai gambaran dari sunnah. Jadi negara ini dibawa dengan prinsip Alquran dengan prinsip sunnah nabi sampai dengan kemerdekaan, tinggal kita sekarangBagaimana mengisinya, masalahnya ada kalangan-kalangan tertentu dari dulu dari kalangan orientalis dari kalangan orang-orang yang tidak suka Indonesia mencapai kemerdekaannya mereka tahu sumbernya dari Quran, mereka tahu sumbernya dari sunnah, makanya Antum dijauhkan dari Alquran dan Sunnah. Antum dijauhkan, jauh dari Alquran, silakan cek hanya baca baca baca, Quran itu hanya boleh ada di masjid, dibahas dalam kitab ndak boleh muncul di perekonomian, begitu Antum bahwa gerakan Quran menuju perekonomian, hantu makan banyak di Serang, silakan kalau cuma ceramah di masjid nggak akan di otak-atik, tapi ketika Antum kumpul orang Islam pengusaha kumpul, Ayo kita masyarakat dan nilai-nilai Qurani dalam masyarakat perdagangan kita jauhi riba jauhi ini jauhi itu bikin misalnya supermarket yang baik bikin ini yang Islami baru hantu makan di soal. Islam di masjid nggak akan di soal tapi kalau nilai Islam dibawa ke politik Antum bawa politik Islam yang jujur yang baik yang menghindari korupsi Antum akan diserang di situ, silakan cek bahwa manajemen Antum akan disoal disitu, Kenapa Karena Mereka takut kalau orang-orang Islam akan bangkit mendapatkan nilai keislaman memberikan pencerahan untuk dunia tidak ada sejarahnya di muka bumi ketika Islam berada di puncak kekuasaan selain menghadirkan kedamaian ketentraman bagi seluruh umat yang ada di muka bumi, cek.

Islam berjaya di Spanyol, Yahudi ternaungi, Nasrani ternaungi agama lain ternaungi, Islam berjaya di nusantara dengan Hindu tidak ada masalah, dengan Budha nggak ada masalah, yang ada masalah ketika Portugis datang ke sini tahun 1511 lewat Selat Malaka diberikan mandat oleh PausAlexander yang ke-6 tahun 1494 setelah itu terjadi perjanjian Tordesillas, bumi dibagi dua, bagi dua sama paus, yang Barat yang Timur, Barat Spanyol, Timur Portugis datang dia nyasar dulu ke Goa balik lagi ke Portugal,yang berlayar bernama Ahmad bin azid navigator muslim, tolong arahkan saya ke pada Pusat rempah-rempah, datanglah kemudian sampai ke Selat Malaka, Begitu datang ke Malaka yang di bawa senapan. Anda kalau nggak mau ikut saya eksekusi, lalu apa yang terjadi itu bermasalah sampai keGoa,China bermasalah ke sana yang tadinya harmonis muncul masalah luar biasa, terus begitu sampai Malaka pengen menguasai Sunda Kelapa, datang ke Sunda Kelapa, datang bawa senjata, datang bawa meriam, tidak ikut saya saya habis, Masya Allah. Misinya 3G, sekarang sudah 4G.
Dulu 3G, gold Glory and Gospel, Begitu datang bukan cuma chord, kuasai rempah-rempah emas, Glory bawa kemenangan ekspansi lihat dulu Islam datang cuma membuka Fatah,tidak mengekspansi, yang mundur maju, terbelakang jadi paling depan, punya pengetahuan, Islam, lihat masuk ke Spanyol berjaya, masuk ke Palestina berjaya, masuk ke nusantara berjaya, nggak ada yang diusir biasa aja. Cuman ahli sejarah belakangan, maaf, merubah nilai sejarah itu sehingga anak-anak sekarang tidak tahu. Perhatikan anak-anak zaman now itu, ketika mereka belajar tentang sejarah, jauh. Coba lihat uang seribu itu, di uang seribu, Siapa yang tergambar di uang Rp1.000? Kapitan Pattimura, Siapa nama aslinya?Thomas Matulessy, dari mana Antum tahu Thomas, kalau disebutkan Thomas yang terbayang apa? Oh jangan langsung ke situ aja, Thomas bisa kereta-keretaan, mobil-mobilan, ada Thomas, ada Thomas badminton Piala Thomas dan sebagainya. Tapi umumnya kalau dikaitkan dengan keyakinan itu non muslim, dari mana bisa jadi Thomas, namanya Ahmad. Jauh-jauh Ahmad jadi Thomas, namanya Ahmad lussy, seorang Kyai, punya pesantren, berjuang melawan ekspansi, sampai kemudian dieksekusi, kok tiba-tiba jadi Thomas, dari mana Ahmad jadi Thomas.

Teman-teman sekalian coba cek lagi, sejarah kita itu banyak yang tertukar, ada Putri Yang Tertukar, ada menteri yang tertukar, ada sejarah yang Ditukar. Nah itu masalahnya, karena kita nggak belajar sejarah dengan benar, kita sudah sejarahnya dipalingkan, Qurannya dijauhkan,coba silakan cek, Kenapa para ulama berjuang di Jakarta, karena dulu saat Portugis datang ke Jakarta menguasai, itu kemudian Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah menugaskan menantunya, namanya fatkhulloh, Fathulloh yang menikah dengan anak perempuannya Sunan Gunung Jati dan Sunan Gunung Jati itu anaknya dari, Syarifah mudaim, Syarifah mudaim itu menikah kemudian dengan Syarif Abdullah, Syarif Abdullah itu orang Mesir seorang ulama yang tinggal kemudian di Mesir selama 20 tahun melahirkan Syarif Hidayatullah, pulang ke Gunung Jati, bertemu dengan kakeknya, kakeknya Prabu Siliwangi namanya menara sa, dikenal dengan menara sa dikenal dengan Prabu Siliwangi menikah dengan Nyai Subang Larang, melahirkan 3 orang anak, anak pertama Abdullah iman atau walangsungsang lahir tahun 1423, anak keduanya kemudian dikenal dengan Nara Sangtanglahir tahun 1426, anak ketiga rajang Sengaranglahir tahun 1427, ketika balik lagi ke Gunung Jati punya dua orang anak laki-laki namanya Muhammad perempuannya menikah dengan fatkhulloh dikenal dengan Fatahillah Portugis menyebut dengan Falatehan, ketika Jakarta belum Jakarta namanya baru Sunda Kelapa, dikuasai oleh Portugis datang ke situ hantam sana sini, ditugaskan kamu berjihad ke sana, jihad buka Jakarta. Bebaskan, ambil wudhu shalat, himpun pasukan, datang hari Jumat selesai. Selesai di bulan Juni, teman-teman sekalian 1527, datang ke situ selesai Jakarta lalu bersyukur kepada Allah, saat bersyukur itulah kemudian mereka ingat Quran surah ke-48 ayat pertama, Inna fatahnalaka Fathan Mubina, Fathan Mubina, Ubahlah kemudian Sunda Kelapa menjadi Fathan Mubina, Fathan Mubina kalau dalam bahasa lokal disebut dengan Jayakarta disingkat jadi Jakarta. Jadi nama Jakarta itu bahasa alquran, sampai sekarang hari jadi Jakarta itu hari jadi yang diperingati itulah yang pertama kali yang dibebaskan oleh fatkhullah dari kungkungan Portugis.


  Bagi teman-teman sekalian itu kalimat-kalimat Allah, Jakarta dibuka dengan kalimat Allah, Indonesia merdeka dengan kalimat Allah, kalau ingin sukses kalimat Allah nya bagaimana, kembali ke Quran. Maka saatnya Antum sekalian kumpul, keluarkan ayatnya keluarkan hadisnya kita harus bantunegara kita bangun dari tidur yang dalam, jadi  antumn ggak usah macem-macem lah kita bantu aja negara kitaini sebab yakin kalau kembali kepada al-quran negara ini akan tenang kehidupannya, Antum tidak usah merubah dasar negara sudah bagus orang tua kita sudah membuat itu nggak usah rubah macam-macam kita tinggal isi dengan nilai-nilai Quran.

Berikut videoanya:

Loading...