]

Peringatan Keras Nabi Muhammad Bagi Pemimpin dan Caleg, AWAS Diharamkannya Surga Untuk Yang Menipu Rakyat

ilustrasi

Nah oleh sebab itu saudaraku sekalian, risywah itu apa maksudnya Ustadz, risywah itu adalah sesuatu yang diberikan Supaya apa, supaya yang batil itu menjadi benar yang benar menjadi batil. Ada lagi yang mendefinisikan para ulama seperti Imam Al fayumi beliau bilang apa, risywah itu apa sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada hakim atau kepada orang selain Hakim siapa saja supaya orang itu bisa dibawa ke mana yang dia suka.

 Ini pendapat Imam Al fayumi menjelaskan peristiwa itu apa, kita berikan sesuatu itu kepada orang supaya orang itu bisa dibawa kemana dia suka, kita yang dibawa itu kita yang mau, kalau yang mau ini yang kita mau daripada orang itu yang kita berikan itu risywah namanya. Jadi diharamkan di dalam Islam, saudaraku sekalian.

 Nah sekarang yang mau sekuler dan yang gak Sheckler siapa, kita saudaraku sekalian kita yang menentukan mau kita pakai akhlak dalam kita memilih atau tidak agama kita menyuruh agama kita telah mengatur selama kita tahu Islam itu telah mengatur semua perkara ini bagian kita yang pertama Bagian yang terakhir, kita bicara ini pemilih selanjutnya adalah mereka yang mencalonkan diri, saudaraku sekalian, kalau kita lihat dari pada sejarah dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kita akan mendapatkan azab dan etikanya dalam masalah memimpin atau masalah kita diberikan amanah terhadap rakyat banyak etikanya kita tidak meminta dan tidak berambisi untuk supaya dipilih supaya kita mendapatkan tugas menjadi pemimpin, etika dalam Islam seperti itu, karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa, Kami tidak akan memberikan kepercayaan ataupun tugas kepada mereka yang memintanya kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Nah sekarang gak bisa ustad yang seperti itu, kalau begitu nggak akan ada orang yang mencalonkan diri selayaknya kita dicalonkan oleh masyarakat oleh orang dekat kita, oleh yang mendukung, saya percaya anda lebih layak, kami dukung Bro untuk naik, kamu percaya kepada, karena apa ini nggak semua orang mampu, Pernah Ada orang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Dzar sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam datang kepada beliau.

 Ya Rasulullah, Aku meminta berikanlah tugas untukku, Artinya bahwa dia meminta jabatan, apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, wahai Abu Dzar engkau ini lemah, dalam masalah memikul tugas kepemimpinan engkau ini lemah, sesungguhnya hari kiamat itu adalah, kehinaan dan penyesalan nantinya, kamu nggak sanggup untuk ini. Jadi nggak semua orang sanggup nggak semua orang Sanggup, maka sekarang sudah banyak yang mencalonkan diri, nggak masalah. Calon terdidik itu hak dari undang-undang kepada negara kita memberikan hak untuk mencalonkan diri, dan kami mohon selaku rakyat yang telah mencalonkan diri, Pampang lah siapa Anda di depan kami supaya kami tahu siapa yang berhak kami pilih dan setelah itu kami akan memilih lillahi ta'ala Bukan gara-gara Saudara adalah tetangga kami, bukan gara-gara saudara itu dekat dengan kami. Tapi kalau memang saudara pantas dan layak lillahi ta'ala kebetulan tetangga saya Anda orang yang akan saya pilih.

 Saudaraku sekalian,  kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dalam masalah ini beliau ada beberapa hadis nabi yang perlu untuk di renungkan oleh siapa saja yang mencalonkan diri karena apa belum terpilih lagi, karena belum terpilih makanya berani kita katakan hadits-hadits ini. Sebagai renungan untuk kita, jangan berikan uang untuk orang yang memilih saudara. Nggak ustad, sekarang banyak sekali rakyat minta uang, bahkan ketika kami berkampanye mereka minta, masyarakat kita ini kita rakyat yang mengharap uang daripada calon, salah. Itu adalah uang haram. Dan kita nggak diharamkan uang oleh rakyat yang mencalonkan diri lebih lagi, karena sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, dalam riwayat yang lain, Rasulullah melaknat Orang yang memberikan uang suap uang sogok orang yang menerima uang suap atau uang sogok dan riwayat yang lain, pengantar yang menyogok dan yang disogok.

Ketiga-tiganya adalah tak boleh, ada dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, ini kalau kita bicara kita masih punya arah agama, Bisa dijelaskan dengan baik. Sebelum kita berkampanye maka para ulama-ulama kita lebih layak dulu kita dengarkan kampanyenya, Bagaimana tentang permasalahan ini kemudian saudaraku sekalian, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berdoa ini doa Nabi doa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam itu dikabulkan oleh Allah, nggak mungkin gak dikabulkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau berdoa, riwayat Imam muslim Hadits yang Shahih, ya Allah barangsiapa yang menerima tanggung jawab dari pada perkara umatku, kata nabi. Kemudian dia menyusahkan umatku, maka persusah kan lah dia. Maka barangsiapa yang memberikan atau bertanggung  jawab terhadap salah satu dari pada perkara umatku maka dia mempermudah kepada umatku ya Allah mudahkanlah untuknya.

 Yang mengaminkan siapa, Malaikat. Dan terakhir, sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, dan demi Allah kalau bukan sabda Nabi saya tidak berani membacakan hadits ini. Kalau ini bukan sabda Nabi tidak akan saya berani membacakan hadits ini, saya tidak mau hadis ini salah teksnya. Hadits riwayat Imam muslim, Hadits yang Shahih. Saya bergetar membaca hadits ini, kenapa. Apa masalahnya terjadi dengan kita hari ini, siapa saja hamba Allah yang dipercayakan oleh Allah untuk mengurus orang yang ada di bawahnya mengurus rakyat, rakyat itu diambil dari kata bahasa Arab, Siapa yang hamba kata Allah kata nabi, siapa saja seorang hamba yang dia itu diminta oleh Allah untuk mengurus masalah rakyat masalah hamba-hamba Pengikut Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, meninggal dia hari ini dia meninggal dan dia Itu menipu rakyatnya maka pasti diharamkannya surga. Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

 Siapa saja hamba Allah yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengurus rakyat kata nabi, meninggal dia hari ini meninggal statusnya dia menipu terhadap rakyat maka pasti kata nabi diharamkan terhadapnya surga. Saya suruh ayat ini hari ini direkam kenapa ini kesaksian saya bersama Allah hari kiamat, saya sampaikan ini. Siapa saja yang mau naik jadi calon silakan, setelah dengarkan ini semua Saya tidak ambil dari kata-kata saya tetapi inilah Hadits nabi Hadits yang Shahih daripada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

 Alhamdulillah nahmaduhu wanasta'inuhu.....

Berikut videonya:
Loading...