]

Mari Kita Mengenal Sosok Zubair bin Awwam Sosok Prajurit Elit Rasulullah SAW

ilustrasi

 Perlu kita ketahui bahwa dalam hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda," Setiap nabi memiliki Ksatria dan kesatriaku adalah Zubair." (HR. Bukhori)

 Pada hadis tersebut yaitu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam menyaksikan bagaimana cara Zubair bin awwam yang mampu sukses tiga kali berturut-turut Ria bisa menyusup ke dalam benteng Yahudi seorang diri, Bahkan ia memata-matai seluruh kegiatan yang ada di dalam benteng tersebut.

 Kita tidak mengetahui bagaimana cara Zubair bin awwam bisa masuk ke dalam benteng tersebut, bagan Bagaimana cara Zubair bin awwam bisa menyamar untuk masuk ke dalamnya. Tetapi ini sudah menjelaskan bahwa Zubair bin awwam emang ksatria yang diandalkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam, Iya juga bukan hanya Mahir dalam berbagai pertempuran akan tetapi ia pun mempunyai skill infiltrasi yaitu menyusup dan spionase atau memata-matai musuh, Dan hebatnya lagi ia adalah seorang prajurit yang bisa dikatakan sebagai pasukan elit nya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

 Kita perlu mengetahui bahwa skill kemampuan bertarung Zubair bin awwam sudah bisa dikatakan level yang paling tinggi. Dan keberaniannya Bun sangat jauh di atas manusia normal pada umumnya, malahan kita mengenal Umar Bin Khattab dan Ali Bin Abi Thalib yang mereka adalah terkenal hebat dan kuat juga pemberani, terang-terangan mengakui kehebatan Dan keberanian Zubair bin awwam.

 Kata Umar Bin Khattab, Zubair adalah termasuk 1 dari 4 orang yang mempunyai kekuatan setara dengan 1000 prajurit.

 Ini tentu tidak mengherankan kalau kita mengatakan bahwa satu prajurit Denjaka setara dengan 120 kekuatan prajurit TNI reguler atau biasa. Dan satu prajurit Kopassus setara dengan beberapa prajurit TNI reguler atau biasa. Tentu hal tersebut ternyata bukanlah hal yang mustahil. Sebagaimana Zubair bin awwam yang mempunyai kekuatan setara dengan 1000 prajurit.

 Ali bin Abi Tholib juga mengatakan bahwa, " Zubair bin awwam adalah orang yang paling sangat berani.  Dan tidak ada yang mengetahui kadar orang yang besar kecuali orang yang besar."
Hal tersebut dimaksudkan oleh Ali bin Abi Tholib bahwa betapa beraninya sosok Zubair bin awwam dan Ali Bin Abi Thalib mengetahui karena ia juga adalah seorang yang pemberani.

 Pada dua hal tersebut kita bisa mengambil sebuah pelajaran mengenai penilaian saat seseorang menilai orang lain. Bahwa seorang yang menilai orang adalah orang yang setara dalam hal bidang penilaian tersebut.

 Sebagaimana contoh ketika seorang pemain bola maka ia akan dinilai oleh orang yang pintar sepakbola juga, pun demikian ketika seorang politisi maka ia akan dinilai dengan politisi yang lainnya juga, tak terlepas dengan ulama salah seorang ulama dinilai oleh ulama yang lainnya juga, dan itu terkait semuanya, dalam hal lain juga.

 Ibaratnya kita tidak boleh seperti seorang anak kecil, ketika ia baru belajar agama lewat YouTube, ataupun Google dan juga grup WhatsApp. Tetapi ia merasa sudah pintar melebihi orang lain, ia menilai dengan penilaian ya dia sendiri yang hanya Iya tahu, sehingga mereka gampang menyalahkan Ustadz Yang lulusan dari pesantren maupun Ustadz Yang lulusan dari perguruan tinggi apa lagi dari perguruan tinggi Timur Tengah, tentu Mereka sudah sangat lama berinteraksi dengan berbagai buku dan kitab agama Islam, tetapi dengan anak kecil itu atau anak yang baru belajar tentang agama Islam, dengan gampangnya ustad-ustad itu disalahkan.
Ada sebuah ciri khas pada sebuah pertarungan atau pertempuran yang dilakukan oleh Zubair bin awwam, itu ia senantiasa membawa dua pedangnya di antara kiri dan kanan. Lalu ia tak lupa dengan sebuah tombak yang runcing di kedua sisinya, dan tombak itu dikhususkan untuk dipakai saat menghadapi seorang musuh yang lebih kuat darinya.

 Mungkin kita belum tahu bahwa Zubair bin awwam setiap dalam peperangan nya, Iya tidak berada di barisan depan, akan tetapi ia malah berada  di depan Barisan para prajurit. Ia senantiasa ketika pasukan umat Islam dan pasukan musuh berada dalam dua posisi yang saling berhadapan, dan sebelum komandan atau Khalifa memerintahkan untuk menyerang, Zubair bin awwam senantiasa maju duluan mendekati musuh dengan beragam gayanya, ia senantiasa menunjukkan kemampuannya di depan barisan pasukan musuh, dan membuat gentar mereka. Gaya yang terlihat sombong di depan musuh itu sering membuat Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam kagum.

 Zubair bin awwam menunjukkan berbagai kemampuannya yang bisa jadi dengan memamerkan beragam kemampuan bertempur nya mungkin seperti mengayun-ayunkan pedang atau memutar-mutarkan tombaknya atau bahkan menantang para komandan komandan musuh yang berada di hadapannya, wallahualam.

 Dan jika ada yang berani musuh untuk maju duluan ia tak segan-segan langsung menebas di tempat itu juga.

 Saat terdengar komando dengan teriakan Takbir Allahu Akbar, yaitu sebuah tanda untuk memerintahkan prajurit umat Islam menyerang musuh, Maga Zubair bin awwam tidak perlu menunggu lama iya langsung menerjang barisan pasukan musuh dengan begitu beringas.

 Saat prajurit umat Islam yang lainnya sedang berlari untuk mendekati musuh akan tetapi Zubair bin awwam sudah menyerang dengan beringas pada kerumunan prajurit musuh umat Islam saat itu.

 Betapapun hebatnya Zubair bin awwam akan tetapi iya bukan orang yang sok menampilkan kehebatannya atau bisa juga disebut sok jagoan Ia juga tidak pernah melakukan tindakan yang gegabah Iya tidak akan maju ketika khalifah atau komandan perang memerintahkan untuk menyerang lebih dulu. Walaupun ia orang yang hebat tetapi ia tetap mematuhi perintah dari khalifah atau dari komandan yang memimpin nya saat pertempuran tersebut.
Dengan aksi Zubair bin awwam yang begitu hebat tersebut tentunya mental pertarungan atau pertempuran atau peperangan musuh menjadi semakin lemah lebih dulu. Mereka malah jadi terlihat tidak fokus barisan mereka menjadi kacau, formasi dari pasukan Mereka pun menjadi tidak disiplin, dengan begitu para prajurit muslim mampu menyerang dengan mudah barisan pertahanan pasukan musuh.

 Tentunya bahwa cara Zubair bin awwam dalam berperang adalah cara yang di atas manusia normal pada umumnya, yang mampu dengan cepat dan gagah berani menebas musuh di mana-mana, ia mampu Mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan, Bahkan ia terus bergerak maju mulai dari depan pasukan musuh hingga ia menembus ke belakang barisan pasukan musuh, dan setelah itu Iya kembali lagi mengobrak-abrik barisan pasukan musuh dengan tetap bergerak dari belakang hingga menembus bagian depan pasukan musuh lagi, dan itu dilakukan beberapa kali.

Bersambung...
Loading...