]

Jujur dan Bermartabat Nasehat Aa Gym Untuk Pilpres 2019

Aa Gym dan pilpres

Bang Karni: Ustad Aa Gym, silakan Aa

Aa Gym: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Pak Karni tolong Apa bedanya pertandingan dengan perlombaan

Bang Karni: pertandingan itu harus bertarung dan mengalahkan salah satu kalau perlombaan semacam kompetisi sampai di finish

Aa Gym: Masya Allah bukankah begitu harusnya Pilpres kita pak bukan pertandingan tapi perlombaan. Kalau pertandingan itu pikirannya menghancurkan, melibas, mengalahkan. Ah ini tidak mungkin kita sebangsa saling menyakiti, benar, halo, setuju tidak ini hadirin. Jadi harus didengungkan di negeri ini bahwa ini negeri kita tiap orang itu berhak berlomba-lomba memberikan yang terbaik bagi negeri ini sepakat. Jadi ketika kita mendengar Ijtima ulama semua berbaik sangka ini adalah upaya para ulama memberikan yang terbaik bagi negeri ini.

Mungkin Ulama di pihak lain juga melakukan hal yang sama, kita pun berbaik sangka. Sepakat kan. Jadi kalau bertanding itu auranya mengalahkan melumpuhkan, menyakiti bahkan tapi kalau berlomba pikiran kita adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan yang terbaik, ide terbaik, konsep terbaik, cara mengkomunikasikan terbaik, tim terbaik. Jadi kalau misalkan tadi Pak dari pihak Pak Prabowo ada UAS ingin memberikan yang terbaik dengan Pak siapa Pak Salim pas. Kita berprasangka, Oh ini ingin memberikan tim terbaik.

Juga kalau misalkan dari pihak Pak Jokowi ingin memberikan tim terbaik jadi semangatnya itu berlomba-lomba memberikan yang terbaik, Saya kira akan menyenangkan Pilpres ini tidak akan menegangkan, bener halo ini enggak ada yang ngejawab hadirin... Setuju Pak, Jadi mungkin Konsep ini kalau tidak keberatan fastabiqulkhoirot ini menjadi modal dasar kecintaan kita kepada negeri, kita bukan dengan musuh ini kita dengan saudara, kalau itu sepakat syukur kalau enggak ya kita sepakati saja sekarang,

Dua saya Besar harapan nah ini bagaimana sekarang ulama di ulama adalah bagian dari nyata dari kehidupan bernegara ini dan sejarah juga sudah ada buktinya nah yang penting ulama ini jangan dipakai ngedorong mobil giliran mobil maju ketinggalan ulamanya nah ini saya tidak setuju Kalau ulama hanya dijadikan alat untuk mendorong ke pilihnya seseorang tapi kalau udah kepilih lewat Makanya jangan cari ulama yang bisa ngedorong ulama yang bisa nyetir di dalam halo setuju kan jangan salah cari ulamanya cari ulama yang mempunyai kemampuan di dalam itu membantu nih sopirnya, Pak Sopir ini salah nih Jalan harus berani Ini kalau salah begini terus saya nggak mau satu mobil harus ada ulama yang berani berkata jangan sampai lama diajak hanya buat ngedorong jadi inginnya kalaupun ada ini takdirnya ya ulama yang ikut tuh bener-bener punya kemampuan leadership yang bagus punya komitmen yang jelas terhadap negeri ini dan yang pasti mah takut ke Allah karena kalau orang sudah takut ke makhluk menjilat tapi kalau orang sudah takutnya Allah nggak Ada Takutnya, dipecat pecat aja nggak papa.

Nah yang ketiga, Kenapa Pak Karni lihatin saya terus, (terkesima) yang ketiga yang satu tadi Mari kita konsep Pilpres ini anggap perlombaan ya bukan pertandingan setujukan, pemirsa setuju tidak, kita hormati setiap orang yang ingin yang memberikan terbaik dengan caranya masing-masing kedua kalau mau menyebut ulama semua pihak harus niat tulus Jangan hanya sebagai pendorong elek tapi apa tuh yang gitu-gituan mendorong supaya kepilih tapi niatnya memang tulus saya memang memerlukan ini karena ulama itu pondasi sedangkan penguasa itu penjaganya kalau pondasi itu tidak kuat bisa roboh kalau pondasi kuat nggak ada yang jaga bisa hilang, jadi ini sudah paket yang sangat bagus, niatnya harus tulus yah, kalau nggak tulus nggak akan bisa langgeng itu kepura-puraan itu Allah tahu nah ini yang ketiga terakhir lah Saya cuma segini aja. Yang ketiga kita sering ngomong dasar negara Indonesia ini Pancasila saya sih punya saran kepada capres dan timnya semua, nggak usah jauh-jauh ngomongnya dari dasar negara saja. Satu kalau ngomong Pilpres harus disebutin Allah sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa ini ini Pilpres ini adalah amanah dari Allah negeri ini amanah buat kita semua yang menentukan siapa yang jadi itu Allah bukan hebatnya strategi, bukan hebatnya kepiawaian segala macem banyak yang nggak piawai yang jadi Ma jadi. Sepakat, halo....

Baca kalau saya yakin nya begitu Pak Siapa yang jadi presiden sudah tertulis di Lauhul Mahfudz nggak usah ribet ribet amat jadi apa dong yang kita kerjakan fastabiqul Khairat berlomba-lomba berniat baik berlomba-lomba memberikan keteladanan yang baik berlomba-lomba memanej dengan baik. Siapa yang jadi nanti kita hormati dan tidak ada yang kalah Kalau niatnya baik dan caranya benar, sepakat.

Ini mah Keinginan saya sebagai rakyat ya pak, pengennya tuh semua kandidat termasuk yang timnya tuh jangan lepas ngomongin Ketuhanan Yang Maha Esa ini jangan sibuk ngomong ini ini itu Allah yang Maha menentukan tidak pernah disebut mana komitmen kita kepada dasar negara. Dua kemanusiaan yang adil, kita teh harus bener-bener nyadar bahwa ini tuh kita manusia manusia yang beradab sehingga tutur kata sikap cara-cara tuh bener-bener beradab sehingga menang tidak menang Pilpres kita sudah mewariskan keteladanan ke sikap si kemanusiaan yang berakhlak. Tiga persatuan Indonesia, kita harus mengutamakan bagaimana bukan hanya kelompoknya yang menang tapi kebersamaan ini yang menang, sepakat dah pasti digilir lah takdir mah nggak lama jadi presiden juga ya kalau panjang umurnya kalau hanya setahun 2 tahun udahan juga ya kan tapi yang harus kita jaga bersama ini nih negeri ini jangan sampai berantakan Allah sudah memperlihatkan negara-negara berantakan di sekitar kita, betul begitu menderitanya, harus punya tanggung jawab moral, semua nih jangan sampai mengeluarkan statement statement pernyataan sikap seakan-akan inilah kelompok kami yang paling benar, kita bersama-sama nih 1 saudara, betul.

Kita harus benar-benar menginginkan bahwa yang kita lakukan ini demi kebersamaan kita bukan demi saya bukan demi kelompok saya Tapi demi negeri ini supaya tetap berjaya, jadi semoga nih nanti kampanye-kampanye tuh jangan merasa asik memuji diri sambil menjatuhkan yang lain nggak ada nggak ada kehormatan, hormati dong orang lain juga ingin membangun Negeri Ini bener walaupun beda Caranya beda visinya tapi pasti karena cinta kepada negeri ini. Maka Jagalah persatuan.

Kemudian permusyawaratan, Nah ini nih hadirin sekalian kalau ada beda pendapat itu tidak usah dengan ngadu otot ya kalau mau adu otot dengan badak aja sekalian kita ini Manusia beradab manusia beragama Walau beda pendapat juga kita sampaikan dengan cara-cara yang baik itu Ila sabili rabbika Bil Hikmah, dan kalaupun Bermuda adalah berdebat penuh dengan kesopanan apalagi kalau para tokoh gitu ya jangan sampai ngerekam pendek disebarkan yang bisa membuat kita kan bisa musyawarahkan apa sih masalah yang tidak bisa dimusyawarahkan betul bisa kok kalau pakai hati mah yang bikin berantem itu bukan perbedaan yang bikin berantem tuh emosi Pengen menang bukan mencari kebenaran Kalau mencari kebenaran bisa datang dari siapapun dan yang terakhir hajat Pilpres ini keadilan sosial artinya kalau saya terjemahkan sederhana mah bukan milik elite saja bukan milik kelompok-kelompok yang punya kekuasaan punya uang punya partai tapi ini hajat dari seluruh rakyat jadi rakyat itu harus mendapatkan kebahagiaan dengan Pilpres ini jangan sampai hanya kebagian tegang Nelangsa dan kebagian hanya dipakai sebagai alat, Setujukah. (setuju)

Nah Pak Karni saya sih harapannya begitu Jadi sebetulnya nggak usah tegang tegang amat sih, sudah tercatat di Lauhul Mahfudz.

Pak Karni: Jadi bagaimana Pak Kyai melihat situasi sekarang apa jauh dari yang pakai garis kan tadi.

Aa Gym: Iya saya sih Berharap makin dekat ke masa Pilpres ini semuanya punya kesadaran bahwa ini tuh kayak 17agustusan lah ya bahwa kita itu menyenangkan episode ini dan harus punya tanggung jawab ini tuh ngedidik anak cucu kita jangan sampai anak cucu tuh lihat politik Tuh mengerikan politik tuh saling mencela politik tuh saling memaki kan gimana kita bakal mati yang rada tua-tua ini ya bahkan ada yang tidak begitu lama lagi Eh Pak Karni Berapa tahun umurnya sekarang kita harus bener-bener menyadari ini anak-anak kita tuh kelompok milenial itu dia melihat nih pak perilaku para elit ini menurut saya bukan perkara menang jadi presiden atau tidak presiden ya karena itu mah sudah ada garisnya tapi bagaimana proses ini mewariskan sebuah keteladanan sebuah kenegarawanan sebuah kearifan sehingga walaupun tidak menang dia tetap menang saya terkesan dengan Jepang penonton Jepang di Piala Dunia saya sih enggak nonton ya Cuman kata orang ketika kalah tuh nggak ada tuh uring-uringan nggak ada yang rusak pot kaya dikit atuh rada berani ngerusak pot kalah nggak ada masalah kemudian mereka ngambil sampah di stadion dibersihkan kata orang memang Jepang kalah sepak bola tapi menang dalam keteladanan menang dalam akhlak Nah inilah yang diharapkan dari perlombaan Pilpres ini udah segitu aja.

Berikut Videonya:


Loading...