]

Inilah Doa Meminta Keturunan yang Makbul Dan Sudah Terbukti Mukjizatnya

doa meminta keturunan

Beberapa doa ini adalah merupakan sebuah kisah-kisah ajaib yang menyertai dalam terkabulnya doa tersebut. Kenapa disebut ajaib? Yaitu Saat kita memohon dan memanjatkan doa dengan penuh harap maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengabulkan doa kita. Hal ini sebagaimana yang diinginkan oleh pasangan yang sudah menikah lama tetapi masih belum dikaruniai seorang anak, bahkan jika dilihat dari usia dan seorang wanita yang dianggap tidak mungkin Ia mempunyai anak atau tidak mungkin yang mengandung, tetapi Allah memberikan sebuah keajaiban, Anugrah dengan mengandungnya wanita tersebut. Dan ini memang benar-benar terjadi.

Arti tidak bisa dipungkiri bahwa setiap pernikahan adalah mencita-citakan untuk mendapatkan generasi selanjutnya, dan tentu setiap pasangan suami istri menginginkan hal tersebut, mempunyai seorang anak. Dan kita perlu yakin karena hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mampu memberikan kuasanya untuk memberikan amanah kepada seorang suami dan istri seorang anak yang akan dididik. Karena itu sangat penting sekali pasangan suami istri untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk mendapatkan seorang anak yang kita dambakan.

Dengan ini ada beberapa doa-doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan telah diabadikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam al-quran. Karena itu kita perlu tahu bahwa doa yang diabadikan oleh Allah dalam Alquran adalah doa yang terbaik untuk kita panjatkan dan tua tersebut memang untuk diajarkan kepada hambaNya. Doa itu juga supaya menjadi contoh permintaan umat manusia khususnya umat muslim dan juga untuk diamalkan.

Yaitu pertama, doa meminta anak dari Nabi Zakaria

doa nabi zakariyah

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka samii’ud du’aa’

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa” (QS. Ali Imrah: 38)

Pada doa tersebut yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria Alaihissalam adalah terdapat pada kisah di dalam al-quran yaitu pada surat Ali Imron ayat 38 sampai 41, sebagaimana berikut kita bisa membaca artinya:

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya seraya berkata, “Ya Tuhanku berilah aku keturunan yang baik dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” Kemudian para malaikat memanggilnya ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab (katanya) “Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan kelahiran (putamu bernama) Yahya yang membenarkan sebuah kalimat (Firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”

Dia Zakaria berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapatkan anak sedangkan aku sangat tua dan istriku seorang yang mandul.” Allah berfirman, “Demikianlah Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” Zakariya berkata, “Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda (bahwa istriku mengandung)” Allah berfirman, “Tanda bagimu adalah bahwa engkau tidak bisa berbicara dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknyanya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.” (QS. Ali Imran: 38-41)

Sebuah keajaiban doa Nabi Zakaria

Syekh Wahbah az-zuhaili beliau menjelaskan pada tafsir sebagaimana berikut, bahwa kisah Nabi Zakaria ketika itu sangat menginginkan anak apalagi khususnya saat melihat Maryam ketika itu ia mencurahkan seluruh jiwa raganya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

“Maka Nabi Zakariya berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dikaruniai anak yang soleh seperti Maryam dari keturunan Nabi Yaqub Alaihissalam seraya berkata, ‘Ya Tuhanku Engkau Maha Mendengar setiap ucapan, memperkenankan setiap doa yang baik,” tulis Syaikh Wahbah dalam Tafsir Al Munir.

Pada kata “malaa-ikah” kita bisa melihat tafsir yang dijelaskan oleh Syekh Wahbah, jadi menurut sebagian besar atau mayoritas para ulama tafsir, bahwa malaikat yang berbicara kepadanya adalah malaikat jibril. Akan tetapi ada sebuah pendapat yang lebih menguatkan yaitu menurut Syekh Imam Al qurthubi, beliau berpandangan bahwa sesungguhnya yang berbicara kepada Nabi Zakaria Bukankah Malaikat Jibril saja tetapi para malaikat yang banyak. Yaitu maksudnya adalah panggilan atau sebuah perkataan yang berasal dari para malaikat.

Dijelaskan ketika itu Nabi Zakaria sedang berdiri memohon dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara khusyuk, Nabi Zakaria menunaikan salat dalam sebuah Mihrab tempat ibadahnya. Dan saat itu ada malaikat berkata kepada Nabi Zakaria, ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggembirakan kamu dengan seorang anak yang diberi nama Yahya.’ Ketika menerima kabar gembira tersebut, Nabi Zakaria merasa takjub dan berkata ‘Bagaimana saya bisa mendapatkan seorang anak padahal saya sudah lanjut usia dan istri saya mandul.’

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan jawaban dengan melalui perantara malaikat, ‘Begitulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berbuat apa yang dikehendakiNya.’ Yaitu maksudnya sebagaimana penciptaan seorang anak yang tidaklah seperti biasanya ketika dialami oleh dirinya bersama istri, Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan apapun yang ia kehendaki di dunia dan di akhirat.

“Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki sesuatu, maka Dia akan mewujudkan baik melalui sebab atau perantara yang biasa berlaku maupun tidak. Dan di antaranya Allah menciptakan anak dari seorang ibu yang mandul,” jelas Syekh Wahbah.

Kemudian Nabi Zakaria memohon kepada Allah supaya ia diberi sebuah pertanda untuk menunjukkan bahwa istrinya sudah hamil lantaran dirinya ini sesegera mungkin merasakan kenikmatan kebahagiaan itu, atau sebenarnya iya ingin sekali mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Hingga kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan pertanda yaitu saat Nabi Zakaria tidak mampu berbicara kepada orang-orang di sekitarnya kecuali dengan bahasa isyarat, dengan tangan atau hanya dengan kepala dan juga lainnya, itu terjadi pada kurun waktu 3 hari. Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun menyuruh Nabi Zakaria supaya iya memperbanyak doa dan dzikir, selalu membaca takbir dan tasbih di mana pun dalam setiap kondisi apapun lebih-lebih ketika doa pagi dan petang.

Dan sebuah mukjizat allah subhanahu wa ta'ala mengabulkan doa Nabi Zakaria tersebut yang meminta seorang anak. Padahal saat itu Nabi Zakaria sudah sangat tua renta pun istri dari Nabi Zakaria juga sebenarnya mandul, tetapi karena doa dari Nabi Zakaria dengan cara khusyuk dengan merendahkan sebagai seorang hamba, hingga akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan Nabi Zakaria dan istrinya seorang anak yang soleh yang juga menjadi seorang Nabinya Allah. Dan hal yang semakin membuat menakjubkan dan sangat istimewa, yaitu ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan nama pilihan kepada anak Nabi Zakaria, yaitu Nabi Yahya.

Subhanallah inilah kekuatan doa seorang hamba Allah, dan ini bukan hanya khusus kepada seorang nabi tetapi doa adalah contoh dari nabi untuk kita umat muslim. Allah telah memberikan contoh kepada Nabi Zakaria yang termaktub di dalam al-quran kepada semua umat muslim untuk mengamalkan seluruh doa-doa tersebut termasuk doa meminta seorang anak.

Yang kedua adalah doa dari Nabi Ibrahim, dan juga meminta seorang anak

doa nabi ibrahim

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Robbi hab lii minash shoolihiin

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih” (QS. Ash Shaffat: 100)

Kita perlu mengetahui bahwa doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam saat beliau meminta seorang anak, dalam sebuah kisah lengkapnya sudah di kisahkan dalam Alquran yaitu surat Ash Shaffat dalam ayat 99 hingga 101, berikut artinya:

Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih.” Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (QS. Ash Shaffat: 99-101)

Dan berikut adalah kemukjizatan doa Nabi Ibrahim

Ketika Nabi Ibrahim Alaihissalam berdoa meminta anak, Iya panjatkan selalu, dengan doa yang singkat dan bisa jadi ini lebih singkat dari doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria. Akan tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala ternyata juga mengabulkan doa Nabi Ibrahim, hingga Nabi Ibrahim mendapatkan seorang Putra padahal saat itu umur Nabi Ibrahim sudah sangat tua.

Akan tetapi sungguh dalam mukjizat doa, meminta seorang anak yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim tersebut telah di Jelaskan oleh Buya Hamka pada tafsir Al Azhar, sebagaimana berikut:

“Dalam cita-cita yang menyediakan hidup untuk menyerahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu, ada satu hal yang sangat mendukakan hati Ibrahim. Yaitu sudah lama menikah belum juga dikaruniai anak. Sebab itu dia menyampaikan permohonan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala: ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih.’

Nabi Ibrahim sangat mengharapkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan seorang keturunan, lantaran sudah lama sekali video menikah akan tetapi anak belum juga dikaruniakan. Hingga bertahun-tahun waktu ilang menunggu seorang Putra, akan tetapi tidak juga didapatkan. Dan sebuah kabar bahwa istrinya, Sarah ternyata dianggap mandul.

Selalu atas persetujuan dan permintaan istrinya, Sarah. Saat itu, Nabi Ibrahim menikah menikah kedua kalinya dengan Hajar, Ia adalah dayang dari saraf. Karena sangat mengharapkan sekali mendapatkan seorang anak. Hingga pada usia 86 tahun, Allah mengabulkan permohonan tersebut. Hingga Hajar mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ismail, kemudian Ia adalah seorang Nabi yang diutus Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dan demikianlah kisah sebuah mukjizat doa untuk meminta seorang anak yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam tersebut. Dan pada saat usia Nabi Ibrahim 86 tahun beliau akhirnya mendapatkan seorang Putra pertama yang bernama Ismail. Dan lebih mengagumkan lagi, bahwa Ismail juga merupakan seorang anak yang disifati oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagai haliim yaitu yang biasa diartikan "Sangat Penyabar."

Dan itulah Buya Hamka memberikan penjelasan tersebut, pada sifat Haliim dia itu berbeda pada sifat Shabr. Karena Hilm merupakan sebuah bahwa an hidup atau bisa juga dinamakan tabiat. Sedangkan Shabr merupakan perisai untuk menangkis gelisah jika cobaan datang menerpa dengan tiba-tiba. Namun berbeda dengan Hallim yang apabila diartikan sebagai kesabaran tersebut adalah sudah menjadi sikap hidup atau sikap jiwa, dan ini sangat kuat melekat pada diri seseorang, yang tergabung antara jiwa dan tubuhnya.

Alhamdulillah kita sudah mendapatkan di antara doa-doa yang dianjurkan oleh para Nabi yang termaktub di dalam al-quran dan mempunyai beragam kemukjizatan atau keajaiban yang sangat nyata. Dan kita sebagai seorang muslim yang menginginkan keturunan, harus senantiasa memanjatkan doa yang sudah diajarkan oleh para Nabi. Dan doa tersebut adalah sudah terbukti dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Ketika kita baru menikah atau yang sudah lama menikah kita bisa memanjatkan doa tersebut silakan membaca doa itu, dan kemudian berdoa secara khusyuk, dan yakin bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan mengabulkan doa yang kita panjatkan. Dan insya Allah Allah akan memberikan kita mengabulkan doa-doa kita dan insya Allah kita juga akan mendapatkan seorang anak atau keturunan yang sholeh, yang menyembah kepada Allah Semata, senantiasa salat, senantiasa berbakti kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Demikian semoga ini menjadi sebuah pelajaran yang baik untuk kita semua kaum muslimin khususnya.

Loading...