]

Ustad Somad Difitnah Dukung Teroris, Ini Klarifikasinya! Awas Kaum Munafiq Bersatu Menjatuhkan Ulama

ustad abdul somad menjawab fitnah

Tanya:

Apakah bom bunuh diri yang dilakukan pejuang Palestina di bolehkan?

Jawaban:

Jangan katakan bom bunuh diri, ini dikritik ulama Mesir. Jangan katakan harakah intikhariah tapi katakan harakah istishadiyah, harakah intikhariah gerakan bunuh diri, itu pers barat yang mengatakan. Yang betul adalah harakah istishadiyah. Gerakan mati syahid. Bukan mati konyol, apa dalilnya?

Nabi terkepung perang Uhud, perang Uhud kalah, perang Badar menang, perang Uhud Nabi terkepung sahabat berkeliling, musuh sudah dekat, masuk kedalam kelompok musuh, pasti mati, datang seorang sahabat mencabut pedangnya masuk dia ketengah, dia putar keliling, mati musuh diapun mati. Nah itu dalil Harakah istishadiyah, kalau saya masuk kedalam kelompok bergejolak nanti PKI, PKI sudah datang, datang seorang, dia ambil cabut pedangnya 99,9% dia masuk itu dia pasti mati, tapi dengan masuknya dia kesitu, gentar musuh, pontang panting, masuklah kau kedalam. Jaman sahabat nabi pakai pedang, jaman sekarang tak pakai pedang, letupkan, ledakkan mati syahid, namanya harakah istishadiyah, itu dalilnya, adapun orang yang mengejek ini mati konyol, inilah antek-antek zionis Amerika, orang mati syahid dia katakan mati konyol, kita pun ikut latah mengatakah.

Berita pagi ini, telah mati gerakan bom bunuh diri. Jangan katakan bom bunuh diri, nih banyak wartawan-wartawan yang tidak islami, memakai istilah-istilah kafir, tampa biasa tadi, gerakan bunuh diri, padahal gerakan mati syahid, bencana alam. Padahal Adzab dari Allah, dia katakan bencana alam, alam membuat bencana sendiri. Kalaupun mau katakan benca alam, robah, bencana Allah. Jangan bencana alam.

Ikut Salaf itu pemahaman salafusholeh terhadap Quran dan sunnah, jangan lepaskan. Jangan dicomot teksnya, sedangkan sms WA saja kadang kalau kita lepaskan dari konteksnya membingungkan, tapi begitu kita tahu kronologis ceritanya, ooo ternyata begini pemahamannya. Makanya ceramah jangan dipotong-potong, ceramah ustad Somad dipotong, disunat, dilepaskan dari konteksnya, lalu ditempelkannya disini, ditarik kesimpulan, Abdul Somad membenarkan bom panci. Inikan goblok bin bahlul. Sudah jelas konteksnya pertanyaan, Ustad, bagaimana kejadian bom bunuh diri di Palestina, saat perang. Kasusnya Palestina, umat Islam lemah, melawan Israel Laknatullah saat perang, lalu Ustad Somad menjawab itu bukan bom bunuh diri, itu adalah gerakan mati syahid. Dalilnya saat perang Uhud, pasukan kaum kafir sudah merebut kekuasaan mengepung Nabi. Lalu datang seorang sahabat mencabut pedangnya, dia masuk ke gerombolan musuh, dapat dipastkan 99,9% dia akan mati syahid, dia masuk kedalam, dia kibarkan pedangnya, dan berakhir dengan kematian. Nabi tak melarang, dan Syaikh Ibnu Utsaimin, itu bukan mati konyol, itu mati syahid. Syaikh Nashurin al Albani juga mengatakan itu bukan mati konyol, itu mati syahid. Bisa juga untuk membela diri pengajian ini.

Bapak Ibu yang dimuliakan Allah, jangan melepaskan teks dari konteks. Makanya belajar tafsir pahami ashbabul nuzul, belajar hadits, pahami ashbabul wurud, supaya tidak kacau balau. Ada urutannya, masak pakai urutan kok, pertama-tama letakkan kuali diatas kompor. Setelah nampak agak berasap dikit, tuangkan minyak, tanda minyaknya sudah panas, percikkan air, setelah itu masukkan bawang, setelah bawangnya agak menguning masukkan cabai, setelah cabainya agak layu, masukkan tomat, setelah itu diaduk-aduk, kacau-kacau, baru masukkan air. Bukan sekaligus masuk kedalam, pandai ustad masak. Empat tahun masak di Mesir.

Berikut videonya:



Loading...