]

Bukti Sejarah... Ternyata Rombongan Nabi Muhammad Saw Pernah Mampir di Indonesia, Simak Penjelasan Ustad Adi Hidayat

Ustad Adi Hidayat Rombongan Hijrah Nabi

Dari Euthopia dari Habsyah kearah negeri Cina, ikutlah sebagian dari rombongan sahabat pada ekspedisi itu, singgahlahkemudian di kota Barus tadi, dan menyebarkanlah risalah Islam didaerah Barus sampai menyebar kewilayah Nusantara, nih kalau kita bicara hubungan antara Haramain dengan Nusantara sebelum jadi Indonesia, itu bukan hubungan yang singkat saat ini, tapi ada masa sejarah yang panjang, dari sejak masa Jahiliah, masa kenabian, sampai masa Risalah ke-Islaman.

Saya agak cepat, singkatnya Islam mulai disampaikan risalah mulai turun, ayat-ayat mulai disampaikan, tapi yang paling menarik setelah lima tahun dalam proses dakwah, dimulai teman-teman sekalian 610 Masehi, Nabi menerima wahyu, usia 40 tahun. Mempersiapkan diri, dakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian diberikan bimbingan oleh Allah selama 5 tahun, 615 Masehi. Disini kita mulai materinya.

Tahun 615 Masehi, kemudian diperintahkanlah oleh Allah dengan turunnya Quran, Surah Al Mudatsir Surah ke 74 dengan Ashbabul Nuzulnya anda temukan nanti di Hadits riwayat Al Bukhari, Nomor Hadits yang ke 4 sampai yang ke 5 riwayat sahabat Jabir bin Abdullah RA.

Secara singkat, Nabi kemudian menyampaikan dakwah secara terang-terangan, mendapatkan respon yang tidak dibayangkan sebelumnya, ada yang kemudian mencela, tidak sedikit yang meragukan, bahkan ada yang sampai menyakiti secara fisik, singkatnya Nabi meminta diantara para Sahabat untuk sebagian berhijrah mendapatkan tempat yang baik, untuk menyelaraskan dan melanjutkan ajaran nilai ke-Islaman, maka 615 Hijriah ditandai dengan gelombang pertama Hijrah, sahabat Nabi dipimpin oleh Ja'far bin Abdul Munthalib RA, kesatu negeri disebut dengan Habasyah. Sekarang dikenal dengan Ethopia.

Fokus, ini jarang disebutkan dalam sejarah, dan ada beberapa bagian yang kita perdalam kembali. Hijrah sebagian ke Habasyah, tapi ada yang tidak tercatat dalam sejarah, dalam ekspedisi Hijrah itu, tiba-tiba setelah sampai disana, diterima oleh raja Najasy, dan kemudian diakhirnya masuk islam, yang paling menarik adalah ekspedisi diadakan pada saat itu, dari Ethopia dari Habasyah kearah negeri Cina. Ikutlah sebagian dari rombongan sahabat pada ekspedisi itu, singgahlah kemudian dikota Barus tadi, dan menyebarkanlah risalah Islam didaerah Barus sampai menyebar kewilayah Nusantara, dari situlah kemudian dimulai penyebaran agama islam, sampai kewilayah dari mulai Sumateranya sampai dengan keujung Papuanya, sampai menyebar ada Malaysianya, Filiphina bagian selatannya, Thailand bagian selatannya, ada Brunei darrusallamnya, ada Rohing dan Rukh suku Rohingnya nya.

Jadi kalau kita berbicara tentang fase penyeberan awal ke-Islaman ternyata teman-teman sudah dimulai pada awal abad ke 7 Masehi. Awas karena nanti ada seorang Orientalis yang membuat rekayasa sejarah, yang seakan-akan mengembangkan proses masuknya Islam ke Indonesia atau ke Nusantara, dimajukan, maaf, diakhirkan masanya sampai bahkan 5 abad setelahnya. Awas hati-hati yah, sebelum saya teruskan saya ingin sampaikan pesan penting dulu. Teman-teman sekalian, tanpa disadari setelah terjadi perjanjian Tordesies tahun 1492 ada pekerjaan orientalis yang paling besar. Yang mereka kerjakan untuk menghambat kemajuan umat Islam kembali.

Diantaranya mereka menanamkan racun-racun bahkan pada informasi, supaya tidak diketahui dengan benar oleh umat Islam di muka bumi ini. Saya beri contoh sederhana, fokus ini.

Tahu uang 1000? tahu. Gambanya apa disitu? Kapiten Pattimura, saya cek lagi tahu uang 500 dulu? yang selembaran, gambanya apa disitu? Jangan lihat disini, lihat keatas. Baik, dalam uang 1000 ada tulisan, ada gambar Kapiten Pattimura, siapa nama aslinya? Thommas Mattilusi, kalau yang jawab bukan mahasiswa UPI saya maklumi, tapi kalau yang jawab mahasiswa UPI Thomas Matilusi, saya pulang. Teman-teman siapa yang menyampaikan pada anda kalau Kapiten Pattimura itu nama aslinya Thomas Matilusi? Nama aslinya itu bukan Thomas, tapi Ahmad. Ahmad Lusi, seorang kyai punya pesantren, seorang yang terdepan membela negara, sampai dikatakan sebagai pejuang dan mendapatkan gelar pahlawan Nasional.

Coba saya ingin tanyakan pada anda, darimana bisa berubah dari Thomas jadi Ahmad, anda bayangkan. Kalau saya katan Thomas apa yang terbayang dibenak kita? Oh jangan jauh-jauh dulu. Banyak yah, Thomas itu ada kereta-keretaan, ada mobil-mobilan ada Piala Bathminton, Thomas dan sebagainya, Toyyib. Tapi kalau kita sebutkan Ahmad, itu nggak ada yang lain, Ahmad mimba'disbuhu Ahmad, sekali disebutkan di Quran. .... Surah As Shaf pada ayat yang ke6, Ahmad, nggak ada yang lain pasti muslim. Pertanyaan saya dari yang sederhana saja, kok bisa berubah, dalam nilai-nilai ke-Islaman kita, dalam sejarah kebangsaan kita kok bisa berobah, dari Ahmad jadi Thomas, pekerjaan siapa itu? Dan sekarang banyak nanti, sebagainya akan ada dengan keterkaitan pembahasan kita.

Awas, saya datang untuk menyampaikan informasi yang sangat penting, dan kita berbagi. Saya bukan datang pakai sepatu biru yang nggak bisa apa-apa. Blue Shoe khan. Mohon maaf pak Rektor, baju sepatu hitam, fokus ini, fokus, kadang-kadang kamera yang tidak fokus sehingga tidak bisa mengambil sudut pandang yang sempurna sehingga terjadilah apa yang tidak diharapkan.

Ayo lihat sini, fokus lagi. Sebagian kemudian ikut hijrah, dan yang hijrah itu mampir di Baros, disebarkan keislaman disana, menyebar Islam, tiba-tiba datanglah seorang tokoh... dikemudian hari mengatakan, Islam baru muncul di Nusantara itu pada akhir Abad ke 12. Datang di abad ke 7, disebutkan ke Abad 12, buktinya apa? Buktinya muncul Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Teman-teman coba pikir dengan logika sederhana, jangan ditelan mentah-mentah, bisa nggak Islam datang langsung bikin kerajaan, luar biasa. Dimana masyarakat pada saat itu, ada nggak mungkin orang datang kesini, saya bikin kerajaan langsung. Masya Allah. Mana kerajaan yang lainnya? Ada Sriwijaya sebelumnya, ada kerajaan Majapahit setelahnya dan seterusnya. Jadi mustahil seseorang datang bisa langsung bikin kerajaan. Ini menunjukkan bahwa, ada fase awal sebelumnya yang telah menghadirkan nilai ke-Islaman sampai dengan ke Nusantara.

Hubungan ke Islaman dari Haramain sampai ke Nusantara di awal abad ke-Rasulan, fase 7 Masehi, paham sampai sini? Lihat baik-baik, saya teruskan.

Berlanjut kemudian disampaikan Risalah, Rasulullah Shalallahu'alaiwasalam meninggal dunia, maaf, wafat beliau. Ajaran Islam disebarkan oleh para sahabat, menyebar kemudian Ibnu Abbas RA, menetap di Mekkah, Ubay bin Kaab RA, beliau mengajar di Madinah. Mu'ad bin Jabal RA beliau kemudian mengajar di Yaman, sebagian sahabat menyebar Ali bin Abi Thalib RA mengajar di Kuffah, dan seterusnya, singkatnya. Mulai berkembang, mulai berkembang.... masa mulai berganti, secara singkat datanglah kemudian masa keemasan, dan menghadirkan ulama-ulama Nusantara bisa belajar sampai dengan ke Timur Tengah, khususnya di Haramain.

Berikut Videoanya:

Loading...