]

Bagaimana Hukumnya Saat Shalat Jum’at, Tiba-tiba Khatib Meninggal Dunia? Begini Penjelasan Ustad Abdul Somad

Hukum Shalat Jum'at Ketika Khatib Meninggal Dunia, Ustad Abdul Somad

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad, bagaimana hukumnya shalat jum'at apabila khatib meninggal dunia? Seperti yang terjadi di Jawa Tengah.

Jawaban:

Kalau ajal sampai, la yas takhiruna sa'atan maka tidak bisa ditunda, wala yas takdimun. Rukun khutbah ada lima, pertama, Alhamdulillah, ucapan puji kepada Allah. Yang kedua, washalatu wasalam ala Rasulullillah, shalawat. Yang ketiga, yaa ayuhaladina amanus... ayat alquran. Yang Ke Empat, Usikum... wasiat taqwa. Yang Kelima, Allahumaghfirlilmuslimin... kalau sudah cukup rukun khutbah di khutbah kedua dia meninggal, maka satu orang mengurus jenazahnya, sementara selesai shalat langsunglah maju imam karena khutbahnya sudah sah. Tapi kalau masih ada kekurangan rukun, naik satu orang menggantikannya seperti digantikannya imam oleh makmum, makanya yang dibelakang imam itu, ini imam didepan, dibelakang imam itu orang yang bisa jadi imam dan jadi khatib. Bukan asal nyelonong aja, nih preman celana sobek dibelakang imam. Iya kalau dalam perjalanan aman, kalau datang diabetes meletus, jantung koroner, bam... mati. Bro maju.

Di Malaysia, sajadah ada dua. Sajadah imam didepan, sajadah imam cadangan dibelakang. Ada sajadah khusus, nggak boleh tegak disini, sayapun nggak berani, ada imam. Imam seken, seken bukan barang bekas. Imam dua, maksudnya. Seken.

Berikut videoya:

Loading...