]

Cara Mensikapi Suami atau Istri Yang Beda Madzab

Cara Mensikapi Suami atau Istri Yang Beda Madzab

Nggak ada lagi kertas, habis.

Pertanyaan:

Bagaimana saya bersikap, ketika suami saya berbeda madzab dengan saya, saya madzab Syafi'i suami saya Hanbali, karena pada suatu saat sesudah wudhu suami saya memegang madzab Hanbali dan tidak mau mengikuti mengikuti madzab syafi'i, padahal saya bermadzab Syafi'i dari guru saya yang insya Allah mursyid dan sanadnya jelas.

Jawaban:

Kenapa barus sadar setelah nikah? Dulu kemana aja? Kenapa tahunya setelah nikah, kita bisa tahu sebelumnya. Insya Allah madzab tidak lagi dipermasalahkan. Saya berpegang ke madzab syafi'i kalau bersentuhan batal. Tapi saya tidak nyalahkan kawan saya yang Muhammadiyah, mereka mentarjihkan Hanbali, dalam madzab Hanbali, dalam madzab Hanbali bersentuhan kalau tidak bersyahwat, Maliki bersentuhan kalau tidak bersyahwat tak batal, Hanafi kalau bersentuhan kulit tidak batal, karena makna 'aula mastumun nisaa la mastumun nisa' bukan sentuhan kulit, maaf, maaf, maaf, jima' baru batal, kalau jima' baru batal. Kalau sentuh kulit tak batal.

Madzab Syafi'i batal, madzab Hanafi nggak batal, madzab Maliki kalau bersyahwat batal nggak bersyahwat nggak batal, makanya kadang kita lihat kawan kita salaman sama istrinya, abis itu dia shalat. Kamu kan sudah salaman, nggak batal, aku nggak bersyahwat katanya, nengok istriku aku nggak bersyahwat, istri orang baru aku bersyahwat.

Berikut videonya


Loading...