]

Visi dan Misi Seorang Muslim


Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan alhamdulillahirobbilalamin berselawat kepada Rasulullah dengan mengucapkan Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Menghormati orang yang layak mendapatkan kehormatan guru kitab Al Mukarom Saikhuna Ustad  Arifin Ilham Bapak Kapolda hadirin hadirat, Bapak Kapolri mohon maaf grogi,  hadirin hadirat, muslimin muslimat, yang langsung maupun di mana berada, semoga kita dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala, amin ya robbal alamin.
Untuk apa kita berada di atas muka bumi ini, ketika Allah berkata inni ja'ilun fil ardhi khalifah aku ingin menjadikan manusia itu sebagai pemimpin di atas muka bumi saat itu apa kata malaikat, untuk apa kau buat mereka makhluk hidup yang mereka hanya akan berbuat kerusakan mereka hanya akan menumpahkan darah.

Lawan dari 2 kalimat itulah tujuan Allah menciptakan kita mereka hanya akan membuat kerusakan, lawan dari membuat kerusakan adalah berbuat kebaikan. Lawan dari menumpahkan darah adalah, menjaga darah agar tidak tumpah. Berbuat kebaikan tapi apa yang terjadi ‘dhoror fasadu fil barri’ terlihat kerusakan di atas muka bumi dan di lautan ‘bima kasabat aidinnas’ karena perbuatan manusia.

Lalu dari mana malaikat tahu bahwa manusia itu akan membuat kerusakan, bahwa manusia itu akan menumpahkan darah, berkelahi, berperang, memancung leher menembak, memanah dari mana malaikat tahu? Ternyata sebelum kita dulu-dulu ada makhluk yang lebih tua daripada kita. Setiap kali allah berkata tentang dua makhluk, pasti mereka lebih dulu disebut daripada kita ‘wama kholaqtul jinna wal insa illa’ juga ‘minal jinnati wannas’ dia lebih tua daripada kita.

Makanya sering dia mengganggu kita karena dia merasa makhluk yang kalah dan memang dia selalu kalah, ketika Nabi Sulaiman Alaihissalam ingin memindahkan kursi singgasana Balqis dari Yaman ke Palestina apa yang dikatakan oleh Sulaiman “pasukan bala tentaraku siapa yang bisa membawa singgasana Balqis dari Yaman ke Palestina?”

Jin iprit berkata, ternyata pemindahan kursi balqis dari yaman ke palestina ditenderkan oleh nabi sulaiman dan salah satu yang ingin mengambil proyek pemindahan itu adalah ipritcom.

Aku bisa memindahkan kursi Balqis  dari Yaman ke Palestina berapa lama kamu bisa wahai iprit Iprit berkata “sebelum engkau tegak dari tempat dudukmu maka kursi bagus sudah pindah kemari” tapi Nabi Sulaiman kurang merasa puas karena menurutnya ada yang lebih cepat daripada itu ada yang lebih hebat daripada itu, siapa lagi yang bisa? Seorang laki-laki yang beriman kepada aAlah dia bernama Ashif bin Barkhiya. apa kata Ashif “Aku sanggup memindahkan kursi Balqis dari Yaman ke Palestina sebelum engkau mengedipkan matamu”, kira-kira mana yang lebih cepat dari tempat duduk atau mata berkedip.

Oleh sebab itu jin ifrit sudah kalah dari sejak zaman nabi Adam sampai ke pada zaman nabi Sulaiman, kenapa sekarang jin ifrit malah menang. Buktinya di mana-mana orang mencari jin ifrit, bertapa sekian bulan mencari jin ifrit, mereka gagal mereka kalah total oleh sebab itu kita beriman maka visi misi kita berada di sini menebarkan kedamaian puncaknya dengan datangnya sayyidina wa maulana muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Jangan buat kerusakan, betapa indahnya pohon-pohon yang hijau. Makanya yang paling baik melihat warna hijau, nabi shallalhu’alai wa salam punya burdah hijau, sorban berwarna hijau, mata paling indah melihat warna hijau, kubah makam nabi warna hijau, kalau nyumbang pakai uang warna merah.

Oleh sebab itu nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika melihat pohon yang hijau, tiba-tiba ada seorang lelaki memotong batang pohon itu, nabi marah. siapa yang memotong sebatang pohon sidr kepalanya akan disungkurkan ke dalam api neraka.

Batang pohon kau tebang kepalamu akan disungkurkan ke dalam api nerakam apalagi kalau kau potong sampai 1 hektar. “Tanganku tidak memotong, tanganku halus tidak memotong” tanganmu memang tidak memotong, tetapi tanda tanganmu. Habis semuanya, kau sudah membuat kerusakan, eksploitasi alam, sehingga alam ini habis, yang hijau tidak lagi ada, sehingga akan menjadi gurun pasir, tinggalkanlah alam yang hijau untuk anak cucu kita di masa akan depan.

Tapi Abdul Somad yang memberitahu, orang tidak takut “jangan potong, jangan potong,” orang tidak akan takut, karena Abdul Somad tidak ada kuasa alhamdulillah, ada pak Kapolri. Orang takut, orang tidak berani, Abdul Somad melarang hanya dengan suaranya, tapi Kapolri melarang dengan pistolnya, pistol besih, kalau Abdul Somad pistol air, orang mana takut. Oleh sebab itu kedudukan kita jangan buat kerusakan, apa visi misimu dalam hidup, jangan buat kerusakan dan tetap menjaga hubungan sesama hamba Allah, mudah-mudahan kita mewujudkan visi misi itu insya Allah. Amin.

Orang barat berkata, time is money, waktu adalah uang, karena mereka semua berlandaskan materi, uang, uang materi benda emas, perak semuanya berdasarkan materi, tapi kita sebagai orang beriman orang yang melaksanakan salat, apa yang kami berikan harta mereka infaqkan, tapi coba baca pangkal ayat itu, apa awal ayat itu ayat itu bercerita alladziina yu'minuuna bil ghoib, malaikat yang mencatatnya surga, yang akan kita masuki malaikat munkar nakir yang mencatat kita itu pun tidak tampak oleh mata tapi kita yakin bahwa dia memperhatikan kita. Maka pondasi awal orang beriman adalah ingin mencari ridho Allah subhanahu wa ta'ala, betul apa betul, maka dalam segala hal motivasi amal perbuatan kita.

Hari libur mestinya ini waktunya santai dirumah sambil nonton tv, baring-baring bareng-bareng tidak ada kegiatan, ingin tidur sampai jam 08.00 pagi, tapi buktinya di hari libur, muslimin muslimat, hadirin hadirat, datang berbondong-bondong, bis sampai macet total, apa yang diinginkan semuanya motivasinya hanyalah karena Allah karena ikut rasulullah sallallahu alaihi wassalam.

Yang datang kemari di setiap langkah kakinya, adalah satu langkah menghapus dosa satu langkah menaikkan derajat langkah ketiga menghapus dosa, langkah keempat mengangkat derajat. Pejabat kita sibuk dengan segala agendanya masih sempat datang kemari, ibu rumah tangga mengurus anaknya, dia khusus kan, dia niatkan datang, maka setiap aktifitas kita berlandaskan akhlak mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Petani kalau yang ingin dia cari hanyalah panen rugi dia, karena panennya paling hanya satu ton 2 ton, pedagang dari pagi sampai malam ia jaga rukonya, kalau hanya ingin mendapatkan keuntungan, rugi dia. PNS, pegawai bumn, pengusaha pergi pagi pulang petang, peras keringat banting tulang tunggang langgang lintang pukang.

Apa yang dia cari kalau hanya sekedar mencari sesuap nasi, rugi dia. Karena itu akan habis juga, tapi dia niatkan karena Allah dan landasannya semuanya adalah landasan akhlak ‘innama buistu liutammima makarimal’ akhlak seorang pegawai kalau dia masuk jam 08.00 pagi sampai pulang jam 04.00 sore maka berdasarkan akhlak, kalau salatnya di khusyuk, kalau saat sholat dia takut waktunya hilang, maka saat bekerja pun juga dia takut makan uang negara, takut ia makan apbd, apbn karena dia akan dituntut di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala, betul.

Apa yang membuat dia takut, apa yang membuat dia takut korupsi, apa yang membuatnya takut nepotisme, apa yang membuat dia takut berbuat curang, bukan karena atasannya? atasannya akan keluar kota, kamera cctv, kamera cctv kabelnya akan dimakan tikus. Tapi ada satu yang membuat dia tetap bekerja aktif, semangat dia diawasi, oleh Dia, siapa yang mengawasi la ta'khudzuhu sinatuw wala naum. Disaat tegak dia ingat Allah, di saat duduk dia ingat Allah di saat berbaring dia ingatAallah alladziina yadzkuru, orang-orang yang mengingat Allah, waktu berbaring tapi jangan cuman dzikir dzikir saja, tetap sholat, bukan Somad. Tetap salat, ketika masjid kantor mengajak berkumandang adzan, hayya alas sholah bersegeralah ke tempat wudhu, pergilah salat berjamaah, karena sekarang ada orang ketika adzan berkumandang dia tetap aja ngetik. “Bro nggak sholat?”... “Yang penting hati ingat Allah”.

Nggak bisa begitu, siapa yang tidak ikut nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, man ahdatsa siapa yang membuat buat ibadah maalaysia alaihi amruna yang tidak aku ajarkan, tidak ikut seperti aku maka  itu mardud, tak diterima Allah subhanahu wa ta'ala, bagaimana cara sholat shollu kama roaitumuni usholli, shalatlah kamu sebagaimana aku sholat. Bagaimana cara haji, bagaimana cara tawaf, bagaimana cara sa’i, bagaimana cara melempar jumroh, bagaimana cara wukuf di padang arafah, ambillah cara ibadah itu dari aku, dari siapa dia, nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Kalaulah seorang pedagang menimbang timbangannya, hanya mencari keuntungan semata, mata kita tajam melihat berapa ini satu kilo berapa, ini satu kilo ditimbang pulang ke rumah ternyata 1 ons, bersyukur masih ada ibu-ibu yang matanya tajam di pasar, “kurang-kurang tambah-tambah” bersyukur masih ada ibu ibu yang matanya tajam, ketika baca quran dia “nggak nggak lihat mata gue” tapi melihat timbangan tajam matanya.

Saat itu ibu bersyukur, saat itu pedagangnya juga bersyukur, ibu sedang menyelamatkan mereka dari tipu-tipu, bayangkan kalau hari itu yang belanja ada 10 orang 1 orang tertipu satu ons, maka satu hari dia sudah makan uang haram satu kilo 1 kilo 1 kilo 30 hari 30 kilo uang haram dia bawa ke tanah suci, maka dia menangis di pintu ka'bah labbaik allahumma labbaik labbaika la syarika laka labbaik innal hamda wanni'mata. Dijawab oleh malaikat ‘la labbaik’ tidak dapat haji mabrur kamu berangkat dengan uang haram.

Jangan heran orang yang berbuat beramal berniaga berdagang berkantor tidak berdasarkan ajaran, tidak berdasarkan akhlak islam, tidak memberikan efek pada perbuatannya. Saya heran dengan pak haji itu sudah bolak-balik pulang haji nggak ada pengaruhnya, mengapa demikian? Dulu sebelum berangkat haji pakai celana pendek, sekarang nggak pakai celana sama sekali.

Nggak ada perubahan dalam diri, oleh sebab itu maka segala akhlak perilaku kita mestilah berdasarkan akhlak dari rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Apa beda etika moral dan akhlak berdasarkan kesepakatan sekelompok manusia di satu daerah, untuk menerapkan suatu etika itu, buktinya ketika kita naik pesawat semua di pesawat itu ramah bapak nomor berapa, mau minum apa, sudah makan, tasnya ditaruh di atas saja ya, sudah pakai seftibelt, sudah semuanya rama, begitu sampai di airport semuanya nggak kenal.

Kenapa, itu etika di penerbangan, tapi akhlak islam di mana mana tempat ada akhlaknya, petani pedagang ada akhlaqnya. Engkau seorang petani sampai di kebun ada lobang tanah engkau tidak mau buang air kecil di dalam lobang tanah itu, kenapa nggak boleh kencing di dalam lobang tanah itu, ada sarang serangga jangan kalian buang air kecil, maaf jangan kencing di dalam lobang tanah di dalam lobang tanah ada sarang serangga, bayangkan di dalam mereka sedang pilkada. Tiba-tiba datang angin puting beliung dan banjir bandang, semoga kita juga ada pilkada damai tahun 2018-2019, terima kasih.

Videonya:

Loading...