]

Tanya jawab ustad Abdul Somad



Pertanyaan


Ini kalau tidak dijawab nanti dia pasti marah, karena dia sudah me-ngeprintnya dari rumah. Diketik di print, walaupun tinta hitamnya sudah habis, tetapi dia tetap semangat dengan tinta biru.


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, mudah-mudahan ustad selalu dalam lindungan Allah dan selalu dipermudah urusan dunia akhirat, amin. Pak ustadz saya mau tanya, jika saya meminjamkan satu juta kemudian, peminjam mengembalikan satu juta tapi ia memberi uang tambahan rp100.000, kata dia itu ucapan terima kasih karena sudah membantu, apakah ini hukumnya riba atau tidak?


Jawaban

Dua pendapat, pendapat pertama tidak riba, karena dari awal tidak ada kesepakatan dalam akad, maka tidak riba pendapat kedua riba karena dia memberi uang itu karena minjam uang,, andai tidak ada transaksi minjam minjam itu adakah ia memberi engkau rp100.000? Tidak, kecuali selama ini memang dia baik. Ketemu seratus ribu, ketemu seratus ribu, asal ketemu seratur ribu, pokoknya yang nampak wajah dia, wah seratus ribu nih.


Jadi gimana pak ustaz, saya condong pendapat pertama, silahkan. Saya condong pendapat kedua, silahkan. Saya tidak mau mengatakan, ini haram, masa haram pak ustad? Haram, kalau kita bagi dua pak ustad? Ada dua pendapat. Begitu, walaupun kau bagi, walaupun tak kau bagi ke saya, saya sebutkan dua pendapat.


Jangan ketika didesak baru, sebenarnya ulama tidak sepakat dalam masalah ini.


Pertanyaan:

Teman saya meminjam uang ke bank konvensional, pada saat akad teman saya tidak keberatan dan sanggup bayar bunganya, begitu juga saat kredit rumah, dia tidak keberatan, dia bilang, saya bilang itu riba, tapi kata teman saya kalau saling menyetujui tidak riba.


Jawaban:

Oo begitu. Jadi sama-sama ridho, saya senang kok, itu nggak riba. Jadi kalau begitu ceritanya nggak ada zina, karena orang-orang berzina sama-sama ridho. Jadi yang zina itu kalau diperkosa, kan itu yang cerita yang kemarin LGBT, yang homo itu, kata dia, kalau sama-sama suka, homo sama homo sama-sama suka, ibu nggak apa-apa, kalau diperkosanya lubang t.. Itu baru.


Mengapa mereka itu merasa tersanjung, karena istilahnya yang dipakai istilah keren, lgbt. Padahal kan pencinta lobang najis. Mengapa pakai istilah lembut, ustad itu vulgar, jangan pakai lagi ceramah saya tidak senang dengan bahasa dia, berarti kamu pencinta lgbt, betul jangan-jangan. Enak aja, lagi marah saya jadinya kan. Dia bilang kalau sama-sama ridho menjadi tidak haram, sepakat seluruh orang di Bogor, bahwa jilbab tidak wajib, apakah hukum Allah menjadi jatuh? Tidak, hukum Allah tidak jatuh karena kesepakatan manusia. Hukum Allah tidak batal karena sama-sama ridho, kalau sudah haram kata Allah, haram. Walaupun kau senang melakukannya., jadi bukan masalah senang tidak senang, ini bukan masalah like and dislike, ini masalah hukum Allah subhanawata’alah,


Pertanyaan

Ustad, semoga ustad selalu dalam keadaan sehat wal’afiat, amin. Mohon doanya ustad, mudah-mudahan santri dan siswa insan tama menjadi anak yang sholeh dan shalihah, amien.


Jawaban

Memang itulah yang kita doakan dari tadi.


Videonya:



Loading...