]

Masalah Perbedaan Ulama, Ini Jawaban Ustad Abdul Somad Merujuk Pada Imam Syahid Hassan Al Banna

 
Pertanyaan
Berikut yang akan dijawab oleh ustadz Abdul Somad, menyikapi banyaknya perbedaan dan perselisihan di kalangan ulama sekarang ini bahkan dipertontonkan di media televisi justru membuat bingung masyarakat umum, mohon saran dari pak ustad

Jawaban Ustad Abdul Somad
Suatu ketika imam syahid Hasan al-Banna masuk ke dalam masjid, di masjid orang sedang bertengkar di bulan puasa tentang tarawih, yang satu mengatakan tarawih musti 11 rakaat kalau lebih dari 11 rakaat maka tidak sah, yang  1 mengatakan tarawih tidak sah kalau 11 rakaat musti 23 rakaat, siapa yang melaksanakan nilai kurang dari 23 rakaat bukan tarawih, dan Imam Hasan al-Banna menanyakan shalat tarawih hukumnya sunnah, kelahi dalam masjid hukumnya haram, gara-gara yang sunnah kalian kelahi dalam masjid.

Yang mau melaksanakan 11 rakaat silahkan ikut nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, nabi melaksanakan 11 rakaat, kenapa 11 rakaat waktunya nggak cukup karena rakaat pertama surat al baqarah 2 juz 4 lembar, sedangkan pada masa Umar bin Khattab umat tidak sanggup tegak (berdiri) lama, maka diangkatlah imam namanya Ubay bin Ka'ab, kata Umar, “Ubay ayatnya jangan panjang-panjang, satu malam satu jam saja, tapi rokaatnya ditambah menjadi 20 tambah witir 23 rakaat.”

Oleh sebab itu kata para ulama, tarawih itu pilihannya dua, kalau ayatnya panjang rokaatnya dikit, kalau ayatnya pendek rokaatnya banyak, umat kita cerdas dikombinasikan antara dua rakaatnya, dikit ayatnya pendek. Nah kan, selalu saya sampaikan, marilah kita belajar fiqih perbandingan mazhab, membaca basmalah dalam fatihah menurut mazhab Hanafi dan Hambali syir (tidak dikeraskan), menurut mazhab Syafi'i jahr (dikeraskan), masjid ini pakai mazhab Syafi'i “bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil alamin arrohmanirrohim.”

Maliki nggak pakai bismillah sama sekali, saya tinggal di Maroco 2 tahun nggak ada dengar baca bismillah “Allahu akbar, Alhamdulillah hirobbil alamin” tidak usah di permasalahkan, selama dia pakai fatihah. Tapi kalau kita sudah tahu masjid ini pakai bismillah jahr (dikeraskan) jangan kita rusak, saya tahu saudara saya dari kalangan Muhammadiyah bismillah syir (dipelankan/tidak dikeraskan) dan majelis tarjihnya pakai mentarjihkan mazhab Hanafi dan Hambali, maka saya 2 tahun ceramah di masjid Muhammadiyah nggak pernah sekalipun mau jadi imam, setiap kali diminta ustad silakan maju (menolak sambil beralasan sakit batuk) karena ingin menjaga persatuan. Wallahu'alam bi shawab.

Videonya:

Loading...