]

Larangan Sombong



Bapak ibu yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala allah, dimanapun bumi yang kau pijak itu adalah bumi Allah. Dimanapun kau jumpa itu hamba-hamba Allah, hamba yang kau jumpai hamba Allah, bumi yang kau pijak bumi Allah. Kenapa dunia membuatmu merasa asing? Sampai saya ke Istanbul turki, foto-foto, saya di tepi laut nya, saya pandangi hamba-hamba Allah, ini hamba Allah ini bumi Allah, walaupun sebagian Eropa dan sebagiannya Asia. Lalu kenapa membuat merasa asing Abdul Somad? Cuman ya beda dikit, mata dia biru, hidungnya mancung, rambutnya pirang, kulitnya putih, kalau kau jangan sebutkan, sakit hati nanti.

Bapak ibu yang dimuliakan Allah, sesama manusia tak boleh tak boleh sombong, dulu Adam dari tanah diciptakan dari tanah masuk ke dalam lobang tanah, bentuk maupun macam tanah dan kau akan mati dimakan cacing tanah. Ustad Abdul Somad, dulu yang pernah ceramah di Palangkaraya, dimana sekarang dia? Sudah mati, dimakan cacing tanah. Tapi ada yang tetap mengalir, apa dia? Ilmu yang bermanfaat. Orang yang paling rugi di dunia, orang yang pernah hidup, memakan rezeki Allah, menghirup udara Allah, tapi tak pernah mengajak orang kejalan Allah.
Kamu sebaik-baik umat, ketika kamu mengajak berbuat baik. Malaran orang berbuat munkar. Tapi itukan tanggung jawab ustad? Ustad ceramah, tapi ada orang yang berbuat baik dengan sikapnya. Dari perilakunya, kami pak ustadz walaupun berbeda keyakinan dengan pak Gubernur tapi merasa diperhatikan, terlindungi, diayomi, orang yang berbeda keyakinan bukan dengan ceramah bukan dengan kultum, bukan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan. Lisan, lidah ada yang lebih hebat lagi, apa dia ? Perbuatan, sentuhlah hati orang dengan akhlaq budi pekertimu. Kau sentuh tepat di hatinya, maka dia akan menjadi milikmu untuk selama-lamanya. Saya kalau dekat dengan… romantis saja bawaannya.

Bapak Ibu yang dimuliakan Allah, berapa banyak orang tidak tertarik dengan islam  karena perilaku orang islam yang tidak menarik. Lampu merah, tertulis didepan lampu merah, lima, empat, tiga, dua, masih angka lima klaksonnya sudah lima kali, tet..tet..tet. Di Jerman di Perancis, di Belanda, tak pernah kita dengan Horn (klakson)  tapi negeri yang katanya Rahmatanlilalamin.. Tet… maka orang tidak tertarik. Islam ini agama yang mantap, hebat. Tapi orang islam tidak menjadi bintang iklan bagi agama islam. Kira-kira ada iklan susu, bintang iklannya saya, mau nggak orang beli susu itu. Belilah susu ini tiga kali minum berat bertambah 10 kilo, tengok orang, ehm tak meyakinkan orang ini. Makanya kita yang membawa.

Tiba-tiba sakitlah, ada orang sakit, sakit yah, namanya Al Hassan Al Basri, Al Basri orang Basra, Al Maki orang Mekkah, Al Madani orang Madani, Al Banjari orang banjar. Sakitlah imam Hasan al Basri, orang Basra Irak, dia sakit rumah dia dibawah, yang diatas rumah tetangganya, agamanya Nasrani. Tiba-tiba tetangganya turun kebawah, dia masuk kerumah tamu Imam Hasan Al Basri tidak bisa keluar karena dalam kamar tidur, akhirnya dia masuk kedalam kamar tidur. Kamu sakit Hasan? Ia melihat dipojok, ada ember nampung air, itu air apa Hasan? Itu air dari atas, air apa? ada yang bocor di atas, itu kamar mandiku. Sudah berapa lama kamu menampung ini? 20 tahun, 20 tahun kau tahan menampung ini, ya, agama apa yang mengajarkan selembut ini? Agamaku, apa kata dia, saksikan Hassan aku belum pernah jumpa orang selembut ini maka saksikan Hassan, Asshaduala ila ha ilallah wa ashaduan muhammadan rasulullah, dia masuk islam bukan karena Hassan mengajak, ayo masuk islam kalau tidak kau masuk neraka jahannam. Dia masuk islam karena kelembutan hati Hassan, terluka hatinya tiap malam Hassan berdoa mohon kepada Allah, berikan hidayah kepada tetanggaku.

Sekarang kenapa dia tak tertarik, kepada kita? Dia baru numpang parkir didepan rumah kita 5 menit. Bawa tuh, kalau tidak nanti ku bakar. Bapak ibu yang dimuliakan Allah Subhana wa ta’alah, jangan dibayangkan nabi Muhammad saw tidak punya tetangga, beda agama non muslim, di madinah ada yahudi suku quraidha dan suku bani nadhir ada bani qoinuko, bani qaibar. Non muslim, yahudi. Ketika Nabi sedang lewat, datang Yahudi sedang ngejek, Assamulaiik (matilah kamu), kebetulan bersama nabi ada aisa, langsung dijawab oleh Aisah, walaikumusalam wala’nat, matilah kalian dan kalian di laknat oleh Allah. Begitulah kalau ibu-ibu balas, dududududdu…. Apakah nabi setuju dengan ini? Apakah kata nabi, lanjutkan aisah, bantai, mantap, Nabi tak Setuju, nabi berkata sabar Aisah, sabar Aisah, Allah suka kita bersikap lembut dalam semua perkara. Tapi kata Aisah, mereka memakimu kenapa tak kau balas? Kata Nabi, Aku sudah balas, tapi aku tak dengar? Kalimatnya apa? Wa’alaikum, kamu juga. Matilah kau, kau juga. Lebih baik lembut mengena daripada keras tak kena.

Bapak Ibu yang dimuliakan Allah Subhanwata’alah. Maka kita diajarkan bukan mengejek tapi mengajak, bukan memukul tetapi memikul, berdakwah, adda’wah mengajak ke jalan Allah. Ajak mereka kejalan Allah, dengan kata-kata yang santun, perbuatan suritauladan yang baik, debatlah dengan debat yang baik, akhsan terbaik. Allah lebih tahu siapa yang sesat, dan Allah lebih tahu pula siapa yang mendapatkan hidayah.

Videonya:

Loading...